Oleh Andi Syahriansyah Alwi, S.Tr.Kep, CMPH
Gerakan Houthi Yaman merupakan proxy dari negara Iran yang memiliki senjata nuklir, demikian juga Iran di dukung oleh Rusia, suplai senjata dari Iran dan Rusia sangat berarti dalam perlawanan gerakan Houthi, sebagaimana taliban di pakistan pada awalnya merupakan perlawanan kaum Mujahidin, kalau gerakan Houthi ini berhasil seperti Taliban maka Yaman menjadi negara yang sangat di perhitungkan dalam geopolitik di timur tengah serta global, karena asumsi selama ini Yaman negara yang belum di eksplorasi sumber daya alam nya, namun perlu di ketahui riwayat Rasulullah SAW :
Penduduk Yaman, tentara Allah di masa terjadi fitnah.
Abdullah bin Hawalah mengatakan, ” Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda,
سيصير الأمر إلى أن تكونوا جنودا مجندة جند بالشام و جند باليمن و جند بالعراق عليك بالشام فإنها خيرة الله من أرضه يجتبي إليها خيرته من عباده فإن أبيتم فعليكم يمنكم و اسقوا من غدركم فإن الله قد توكل لي بالشام و أهله
“Pada akhirnya umat Islam akan menjadi pasukan perang, satu pasukan di Syam, satu pasukan di Yaman, dan satu pasukan lagi di Iraq. Hendaklah kalian memilih Syam. Karena ia adalah negeri pilihan Allah. Allah kumpulkan di sana hamba-hamba pilihan-Nya. Jika tak bisa, hendaklah kalian memilih Yaman dan berilah minum (hewan kalian) dari kolam-kolam (di lembahnya). Karena Allah menjamin untukku negeri Syam serta penduduknya.” (HR. Abu Dawud, Imam Ahmad, Al-Hakim, dan Ibnu Hibban. Dinilai shohih oleh Al-Hakim dan Al-Albani)
Gambaran tentang hadist ini jika kita menyaksikan perlawanan gerakan Houthi Yaman sangat relevan, Amerika yang begitu canggih peralatan perang nya bisa di lawan oleh gerakan Houthi Yaman ini yang identik rakyat Yaman dengan kaum sarungan, namun mereka berani melawan negara Adi daya dan sekutu NATO nya, patut kita contoh gerakan Houthi ini yang mana secara culture banyak diantara kita mempunyai ikatan psikologis dengan Yaman, maupun timur tengah pada umumnya
Penulis Calon Mahasiswa Magister Kajian Strategis dan Global